boleh nggak bilang kangen?

October 1st, 2008 by the-yellowgirl

Pertanyaan tentang boleh tidaknya kita bilang kangen ama seseorang kadangkala tersangkut sama yang namanya peran gender. Kenapa demikian? Karena for some people, bilang “aku kangen kamu” itu punya makna yang sama tersiratnya dengan “aku cinta kamu” atau “aku sayang kamu”. Which is akan sangat sulit kalau kondisinya ada seorang cewek yang sedang dilanda perasaan kangen terus tiba-tiba bingung tujuh keliling gimana ya mengungkapkannya hanya gara-gara ia takut disangka cinta atau sayang sama orang yang dikangenin itu, serta bahwa perempuan not supposed to say that easily, terutama kalo yang dikangenin adalah lawan jenisnya (yang punya hubungan personal, pastinya dengan dia, bisa teman, gebetan atau pacar, yang pasti bukan ayah atau adik, kakak, atau sanak family yah..)

Entah kenapa belakangan ini gue menemui banyak peristiwa yang bikin gue kangen sama seseorang tapi gue bingung banget gimana yaaa cara bilangnya, atau let’s say, simpelnya adalah : harus gak ya gw ungkapkan ke dia bahwa gue kangen dia?

Gue lagi deket nih sama seorang cowok. Dulu tiap hari ketemu ketika gue masih magang. Singkat katague suka sama cowok ini. (nah definisi suka=sayang=cinta gue gak bahas dulu ya, jd terserah deh mau diartikan gimana). Setelah gue cabut dari tempat magang gue, udah pasti gw gak tiap hari lagi nih ketemu sama dia. Tapi kita mulai sering sms-an, kalo sms-an sampe belasan kali bales2an, trus yang dibahas topik2 “dalem” gitu, yang gak pernah terjadi selama gue magang dulu. Kalo kata temen gue, “kalo deket mah bau in, kalo jauh, baru kecium wanginya..”. ya intinya kalo kita jauh dari orang itu, pasti deh kita keinget2 hal-hal istimewa dari dia yang akhirnya bikin kita kangen.

Sejak itu, gue jadi sering merasa kangen sama cowok ini. Perasaan kangen yang dengan bodohnya malah gw ceritakan ke temen-temen gue (dan temen-temen dia juga), tanpa pernah gue ungkapkan langsung ke dia. Satu temen gue bilang (jenis kelaminnya cowok) : “ya kalo kangen bilang aja in, kenapa emangnya?”.. lalalala.. intinya sih bagi cowok itu hal yang asik-asik aja ya.., tapi pas gue ceritakan ke temen gue (jenis kelaminnya cewek), dia bilang : “ ya gapapa sih in kalo lo mau bilang lo kangen, tapi harus ya? Ya lo jangan nurunin gengsi lo deh..” lalalala.. intinya ngomong kangen adalah tabu karena itu sama dengan lo bilang lo suka ama dia. Kira-kira gitu persepsi temen gue yang cewek ini. Bingung lah gue. Akhirnya selama sms-an (dan bbrp hari lalu gue sempet nelpon cowok ini), kata kangen ini gak keluar dari mulut gue. Menyiksa sih, tapi gimana dong…

Peristiwa yang lain lagi adalah saat ada temen gue tiba2 bilang dia mau pergi kesuatu tempat (jauh deh pokoknya). Awal2 kepergiannya, gue senewen banget ngebayangin gue akan kehilangan kontak ama dia untuk waktu yang cukup lama. Kerjaannya cuman curhat ke temen2 bilang bahwa gue kangen anak ini (udah ga penting bgt deh). tapi akhirnya perasaan itu terkubur sendiri seiring dengan kesibukan gw yang meningkat dan akhirnya berhasil kontak2 dia (walau jarak jauh).

Dari dua peristiwa itu, persamaan yang gue rasain salah satunya adalah : rasa kangen hanya akan menyiksamu di awal-awalnya saja. Nanti juga seiring waktu lo akan terbiasa dan pada akhirnya hidup akan jalan terus dan lo punya banyak teman dan kegiatan yang akan membantu lo mengatasi rasa kangen itu.

Setuju kah?

Oke, (hati kecil) gue punya pendapatnya sendiri : perasaan kangen sebenernya gak bisa sepenuhnya hilang total dalam hati, malah gue ingin tiap hari bisa kangen terus sama orang yang gue kangenin, membayangkan sedang apa dia sekarang dan apa kabarnya sekarang, sehingga setidaknya gue selalu punya alasan untuk tetap keep in touch sama dia.

Dan (hati kecil) gue pun punya pertanyaan atas pendapatnya sendiri tersebut :

Haruskah gue terus terang mengatakan betapa gue kangen dia? Akankah dia memahami hal itu dan melakukan sesuatu untuk menyembuhkan rasa kangen gue? Dan ketika kata-kata itu terucap, akankah semuanya masih sama seperti saat kata-kata itu belum terucap?

Jadi sebaiknya kukatakan saja kah aku kangen kamu, atau bagaimana?

I’m human, anyway…

.terimakasih.

August 11th, 2008 by the-yellowgirl

Dulu gue berpikir ok, akan ada posting blog tentang update skripsi
(part 2), cuman perjalanan setelah gue daftar sidang, trus ngumpulin skripsi,
trus tau siapa penguji gue, tau jadwal sidang, hari sidang gue (24 Juli 2008
jam 13.00, gue catet aja deh disini biar gue inget terus), trus apa yang
terjadi pada diri gue di ruang sidang, saat2 gue dikasihtau gue lulus, saat
ngumpulin revisi, hingga hari ini, saat tadi gue yudisium, gak gue sangka ternyata
menjadi sebuah cerita yang akan sangat amat panjang…

Alhasil, gue speechless, gak tau mau mulai cerita dari mana.  Tapi satu hal yang pasti, yang tadi gue ingat
banget saat Bu Rosa, dekan gue, nyampein sepatah dua patah kata-nya pas
yudisium, bahwa : kita gak hanya bilang congratulations
buat diri kita aja, tapi juga harus bersyukur dan berterimakasih sama orang
lain, our significant others,siapapun itu, sekecil apapun perannya, pasti punya
kontribusi dalam babak akhir perjalanan kuliah kita (lulus, maksudnya).

Ohya, ini gue lampirin kata
pengantar skripsi gue, ahaha gak penting abis, yah tapi siapa tau ada yang baca
dan namanya kesebut trus seneng gt (kayak gue kalo anma gue ada di kata
pengantar temen2 gue tuh kayaknya senengg bangettt ahaha),

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur saya ucapkan
kepada Allah SWT atas kekuatan yang diberikanNya selama proses penyusunan
skripsi ini. Kebahagiaan dan rasa syukur yang saya rasakan ini ingin saya bagi
kepada :

1. Keluarga besar Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya.
Terima kasih kepada segenap dosen, pembimbing akademik, dan seluruh staff
Fakultas Psikologi Atma Jaya atas didikan dan kontribusi yang begitu besar
sejak awal hingga akhir perkuliahan.

2. Pembimbing skripsi saya, Zahrasari Lukita Dewi, Psi,
Msi. Terima kasih atas segala masukan, saran, kritik, dukungan, waktu dan
kesabaran yang diberikan kepada saya selama ini.

3. Kedua orang tua dan adik saya tercinta atas doa,
dukungan moril dan materiil yang tak ada habisnya. Semoga skripsi ini dapat
membanggakan.

4. Bapak Renil dan Bapak Muchtar dari
Institut Jujitsu Indonesia selaku pelatih ekstrakurikuler Jujitsu SMUN 6 dan
SMUN 70, terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuannya bagi saya
dalam mencari subjek selama proses pengambilan data.

5. Terima kasih atas izin dan kerjasama yang diberikan
selama saya berkeliling mencari subjek penelitian, atas bantuan Bapak Reggie
Steven Maskat dan Bapak Suhendi dari SMUN 6 Jakarta; Bapak Yaya selaku Wakil
Kepala Sekolah SMUN 70 Jakarta; Bapak Tiara dan Bapak Ujang dari SMUN 1 Budi
Utomo Jakarta; Ibu Eko dari SMUN 86 Jakarta; Bapak Mustafal selaku pembina
ekskul Taekwondo SMU Labs School Rawamangun Jakarta; jajaran guru Bimbingan
& Konseling SMUN 68 Jakarta.

6. Muri Trisnurizki,ST selaku pelatih
aikido Dojo Takiotoshi Nagare Aikido. Terima kasih telah rela diganggu waktu
latihannya untuk memberikan kesempatan pada saya melakukan pengambilan data.

7. Sahabat-sahabat terbaik, Adiningtyas, Retno
Widyastuti
, Christina
Astya,
 Teressa P, untuk dukungannya; Anna
Deasyana
, Mita Afnita, Dian Indah atas kesediaannya menemani saya mencari subjek
penelitian;
rekan seperjuangan
di Tim Anger
(Dermia,
Manti, Ajeng, Lindi, Vari); Gracia Tobing untuk diskusi statistiknya;
Nilam dan Maulidta atas waktu dan cerita-ceritanya yang menghibur.

8. Seluruh remaja laki-laki yang menjadi subjek
penelitian saya. Inspirasi atas awal mula pembuatan skripsi ini. Terima kasih
banyak.

 

Nah, tambahan
dari semua yang tersebut di atas, gue personally
mau ngucapin apa ya, terima kasih, rasa syukur sama ALLah SWT, karena
selama 5 tahun perjalanan gue di
Psikologi Atma jaya ini, gue dipertemukan oleh mereka-mereka yang tersebut di
bawah ini. Yang sedikit banyak memberikan inspirasi dalam hal-hal kecil, mulai
dari pelajaran hidup, cita dan cinta.

Pertama, dari
masa semester 1, trims buat teman-teman kelompok Pramabim-Mabim gue di 13th
Warriors (Mita, Chris, Reina, Gita, Stella, Ayu, Icus) , buat idol ague sepanjang
masa, Gede (ya tau lah yang ini siapa dan kenapa.. ahaha), buat semua
teman-teman yang pernah sekelompok ama gue (dari mulai teman-teman 2003
pastinya, sampe temen-temen 2004, 2005, trus bbrp anak FE dan FIA yg pernah
sekelompok di kul MKU), buat Mas Japro ama Mbak Agatha atas kesempatan yang pernah
diberikan di kelas KonTes, trus inspirator gue selamanya, Mas Danny Irawan
Yatim. Para gebetan dan kecengan yang datang dan pergi.. Trus juga buat semua
orang yang pernah jadi subjek-subjek tugas kuliah gue, temen-temen yang belum
kesebut namanya, hmm siapa aja yah, Yustine, Anne, Wani, Vale, Galuh, Gege,
Nia, Yash, Ranisa, .. temen-temen kepanitiaaan khususnya di Pramabim-Mabim
2007, yang suka jadi pelampiasan curhat colongan gue dan nanyain skripsi gue
mulu, hmmm ada Yimmy, Kelvin (thanks a
bunch!),
Zaky, Moko, trus temen-temen Psikologi 2007, Dennies, Martin,
Kodir, Aming, Ester, Eric, Roy, Yenna, Yovi, Yusin..

Timotius Eshadyan
Prassanto yang lagi di Perancis (you know
I can do it, rite?
), Rio, Yosi, Dora, Oliph, asdos-asdos gue dulu : Andi,
Geraldine, Anita, Widya, Anggi, Aniend, Bona, Wonny..

Hiyah.. banyak
banget.. Oh ya, sama keluarga baru gue di jCo, Ibu Siska, Ibu Amel, Pak Pilip,
Pak Heru, Mbak Tika, Mbak Meila ;)

 

Gak tau lagi mau
komentar apa. cuman satu: Terima kasih. (harus ya, pake ditanya, terimakasih
buat apa?). pokoknya terima kasih. =)

I Called it : my Future-Crisis StaGe of Life

July 12th, 2008 by the-yellowgirl

Udah lama gue menyadari gue ada
di suatu fase dimana gue feeling unsure about my future.

My future disini
konteksnya adalah bidang pekerjaan apa yang akan gue geluti nanti setelah gue
lulus.

Oke lupakanlah cita-cita jadi
dokter atau pramugari, karena itu hanya cita-cita masa kecil yg gue tulis tiap
ngisi buku diary temen-temen SD gue. Dan
satu hal, gue nggak pernah menyesal masuk Fakultas Psikologi, walaupun
cita-cita jadi psikolog jaaauuuhhh dari angan-angan gue. Semester demi semester
kuliah gue jalani tanpa sedikitpun berpikir “mau jadi apa yaa ntar?”
(nggak sempet mungkin, secara tugas banyak kan tuh, hehe).

Problem dilematis mulai timbul
saat gue pertama kali magang. Mendadak tiap hari kerja dari jam 9 pagi sampe
jam 6 sore, di ruangan tertutup tanpa tahu panas hujan, gak boleh keluar pas
jam kantor (beneran, namanya juga anak magang), lembur sampe jam 10 malam..
gitu terus sampe seminggu penuh dengan kerjaan melototin komputer dan ngetik
doang, itulah pertama kalinya gue merasa :

Gue mau jadi psikolog aja deh kalo gini caranya.

Magang yang kedua, yang saat ini
sedang gue jalanin, sedikit lebih baik dan lebih mendekati dunia psikologi
(dikit, lho!). Dari berbagai aspek yang dipikirkan dengan akal sehat, tempat
magang ini menawarkan banyak kemudahan. Lebih fleksibel dalam hal jadwal, murah
ongkos, gak ada lembur, dan posisinya juga di divisi HR-Recruitment.

Sebagai mahasiswi peminatan
klinis, gue gak tau apa-apa tentang HR. Gak tertarik, tapi ya apa salahnya gue
coba.. Gue udah kerja 22 hari (gue dibayar berdasarkan banyak hari gue masuk),
dan kesimpulannya 1 : Gue gak mau lagi
kerja di HRD dan mempertimbangkan kemungkinan untuk jadi psikolog.

Oke, gue emang senang kerapihan,
senang keteraturan walopun kadang gue suka clumsy. But what I needed more is passion. Kalo diIndonesia-in artinya
gairah, hasrat, kan jadi aneh (dan ngeres) tuh, so I always call it : my
passion
. Gue gak nemu itu di HRD. Gue gak ngomongin perusahaannya yah, tapi
kerjaannya. Yeah, gue udah bisa bilang : “Oh, gini tho jadi HRD..”.

Sortir CV, bantuin psikotes, skoring
beberapa alat tes, nelponin orang untuk atur janji interview (gue sampe amazed sendiri karena dalam 1 hari gue
rekor bisa nelponin 50 orang), dan beresin semua yang berantakan (kertas-kertas
CV, rekap interview, dll). Ya mungkin akan berbeda kalo di perusahaan lain (depends on the company, I guess), tapi
tekad gue udah mantap, gue akan resign
Agustus nanti. Kenapa Agustus, karena gue baru mulai kerja bulan Juni, dan gue
akan menghitung hingga 3 bulan gue ambil gaji yang jatuh di bulan Agustus
(iseng aja sih ngitung2nya..)

Gue lantas kembali mikir, oke..
kalo gitu ntar ngelamar kerja jangan apply
di posisi HRD.

The truth is, gue pengen sekali kerja di bidang media. Bikin artikel,
jadi kolumnis surat kabar, majalah, MAKING SOMETHING. Itu intinya. Katanya bos
gue di tempat magang yg skarang, stressnya jauh lebih tinggi karena ada sistem deadline,
dan gue orangnya gampang stress deehhh… tapi ya namanya juga keinginan. Boleh dong?

Sekarang udah bulan Juli,
kalo ada yang bertanya, apa rencana gue selanjutnya setelah gue lulus, gue akan
bilang : gue mau bersenang-senang dulu. Mau istirahat dan foya-foya dulu,
hehe.(makanya di pas-in resign bulan Agustus
kalo gak ada aral melintang, setelah gue yudisium, amin…)

Awal September, yakni bulan puasa,
gue udah niat gak mau kerja karena itu bulan puasa dan gue males aja menguji
produktivitas gue dengan kerjaan baru yang gue belum yakin apa. But September will be the first month to
look at the job ads or attending some job fair events
(kalo ada). Oktober,
gue mau nyiapin wisuda (duh, sekali lagi tolong di-Amin-nin…), dan harusnya
udah ada ijazah, gue akan mulai mengirimkan CV-CV ke perusahaan-perusahaan yang
gue incer. Semuanya harusnya udah beres (dari segi status resmi sarjana dan
ijazah yg udah di tangan). Sisanya, 3 bulan yakni Oktober, November dan
Desember adalah bulan-bulan perjuangan. Harusnya gue udah diundang interview
dan psikotes sebagai calon karyawan entah dimana.. dan target gue, tahun 2009
khususnya Januari gue udah harus dapet kerjaan. Kerjaan yang hopefully gue suka dan gue dapet passion-nya.

Semua bisa berubah kalau Tuhan
punya rencana lain buat gue. Apa yang gue bilang rencana Tuhan itu adalah : Satu,
nerusin kuliah gue ke S-2. Hmm, gue mau-mau aja sih lanjutin ke S-2, tapi itu
lebih ke harapan dan impian dibanding rencana (jadi masih ngawang-ngawang
banget gitu). Kecuali gue kesambet hantu Freud baru gue jadiin rencana. Ditambah
gue gak enak liatin orangtua gue ngongkosin gue kuliah mulu dan guenya gak
kerja-kerja.. hehe..

Yang kedua, rencana Tuhan
kali-kali aja gue nikah ama sapaaaa gitu, (mana gue tau??!). tergelitik sedikit
dengan obrolan gue minggu lalu dengan teman gue (sesame anak Psikologi’03),

“In, si X kan mau kawin, In..”

“Oh, ya, kapan?” (tanya gue)

“Minggu depan.. lo kapan in?
hahahaha

halah..” (hahahaha juga sih gue cuma bisa ketawa2 aja)

Trs dia nanya serius gitu, “ Lo mau In abis kuliah terus lo nikah gitu?
Ato lo belum lulus kuliah tapi lo nikah,lo mau?”

Ya karena kondisi gue saat
ngobrol ama dia adalah : SINGLE (sampe sekarang dan entah sampe kapan), gue
bilang aja : Nggak tau.

Sekarang, gue jadi wondering aja, hmmm.. bagaimana ya hidup
gue (baca : my future) bila pertanyaan
temen gue itu terjadi pada diri gue? Akankah gue masih bertanya-tanya lagi mau
jadi psikolog atau gak? Akankah gue mengeluh lagi? Let’s see, entah untuk kapan.

update skripsi (part 1)

June 27th, 2008 by the-yellowgirl

oke, katakanlah gue lebay
katakanlah bahwa apa yg gue sampaikan ini gak penting
sebut saja ini belum apa-apa..

tapi..

aakkhiirnyaaaa.. gue daftar sidang skripsi buat bulan Juli ini.
perkiraan sidangnya sih antara tanggal 21-25 juli.belum tau tepatnya.
but for me,
langkah besar sudah dimulai sejak Mbak Aya menandatangani formulir ujian skripsi gue. Owhhh yes, i’m thrilling..

ada tips harus apa? (selain belajar kepri tentunya..)

mimpi skripsi sialan

June 20th, 2008 by the-yellowgirl

bukan skripsinya yang sialan, tapi mimpinya.
gue baru tau, ternyata selama skrispi lo masih berstatus quo, alias ngegantung gak jelas, pasti akan kebawa mimpi sih (apalagi kalo berharap sidang juli tapi gak dapet2 paraf dari pembimbing, kayaknya kok bukan Juli yaaa..)

2.55 dini hari,
gue terbangun dari mimpi buruk.
jadi gue mimpi, gue ke mejanya Mbak Aya (pembimbing skripsi gue), trs dia lagi duduk di mejanya, nulis2 sambil mukanya jutek abis. trs pas gue bilang gue mau minta janji feedback, dia langsung NGUSIR gue plus ngasih surat keterangan bahwa gue ganti pembimbing.
ada kata2nya yg jelas bgt di mimpi gue,
"In, kamu pindah ke Mbak Retha sana, dia sekarang pembimbing kamu.."
jadi gue pindah pembimbing ke mbak Retha..
trs gue pindah ke meja mbak Retha, tiba2 formulir ujian skripsi gue ud ditandatanganin ama dia, trs dia menyambut kehadiran gue dengan senyuman.
gue terbangun.. dan selesai.

fyi, mejanya mbak aya itu letaknya persis berhadap-hadapan dengan meja Mbak Retha di sekretariat lantai 4. itu pun aksesnya lebih cepat bila gue lewatin ruang rapat yg suka dijadiin ruang sidang.

tema mimpi gue : skripsi, sidang, pembimbing.

entah sampai kapan.

Es Krim-ku kena Global Warming

April 28th, 2008 by the-yellowgirl

beberapa hari lalu gue beli es krim 1 liter-an gitu di Giant deket rumah gue.
es krim nya rasa vanilla dan merk-nya Campina. (ngaruh ya sebut merk?). nah biasanya tuh, gue kalo beli es krim liter-an gitu, main ambil aja, taro ke keranjang belanjaan, trs ke kasir, dan bayar. pulang deh. apalagi rumah gue mayan lah deket ama Giant (gak ding, musti naik ojek dulu kalo mau cepet), so gue pikir, gak perlu lah minta dry ice ke mbak-mbak pramuniaganya.
Btw, emang gue tau sih, prosedur beli eskrim itu adalah lo musti minta dry ice biar gak meleleh tu es krim, sampe rumah. cuman dasar dudul, ya gue gak minta (dan gak dikasih juga deh, ama mbak-mbak nya).

Sampailah gue di rumah. langsung gue masukkin tu es krim ke Freezer kulkas gue (langsung! bener2 tanpa interupsi). cuman pas gue mau taro, udah ada perasaan :
"Nih es kok gue goyang2 kayak bergerak gitu..wah mulai meleleh nih.. harus egera gue masukkin deh."

jreng…
keeseokan harinya.. kira2 lebih dari 24 jam sejak gue masukkin tu es krim,
niat gue mau nyicipin dooonnngg..
nah pas gue buka es krimnya. MASIH MELELEH ternyata!! sial.
jadi semaleman gue inepin di freezer gak ngaruh gt, gak bisa kerasa lagi. yang ada udah cair (gak cair2 bgt sih), tapi pokoknya gak asik deh. gak bakalan bisa kalo ditaro di cone-cone kayak es krim McD atao Baskin Robbins gt.

gue jadi wondering, mang bisa yah, es krim kalo udah mencair, trs selamanya gak bisa beku lagi? sampe gak bisa di scoop-in gitu?
apa jangan2 es krim gue kena global warming? wow.. keren banget ya efek global warming bisa melanda 1 liter es krim gue yang tadinya tampak menggoda jadi hampir kayak milkshake.. higs..higs..

puisi (dulu), saat aku jatuh cinta

April 3rd, 2008 by the-yellowgirl

cuma mau masukkin puisi dari oliph yang dulu dia bikin buat gue pas medio bulan April 2006, dan ditaro diantara tumpukan komen-komen blog gue ini.
kalo baca isinya dulu sih malu-maluin. tapi sekarang, oh aku ingin sekali kembali merasakan perasaan itu..

someone is falling in LOVEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
………………………
pria pria pria
di benakmu menari-nari
di hatimu senyum-senyum
gelisah hingga mata basah
tubuh basah
kerja psikis
akhirnya ke fisik
…………..
setiap detik
setiap nafas
setiap langkah
setiap titik
setiap koma
setiap tanya
setiap seru
setiap kutip
setiap huruf
setiap angka
setiap rumus aljabar
setiap trigonometri
setiap psikometri
setiap konstruk
setiap domain
setiap indicant
setiap item
tanpa perlu URGENSI
………….
kekasih kekasih
kau telah bukakan diriku
bukakan dirimu untukku
aku ingin mengenalmu
aku ingin merengkuhmu
sampai tergila-gila
lupa segalanya
hanya kamu


Jakarta, 8 April 2006
teruntuk temanku, Inayah Agustin

Ketakutan si Juru Ketik

February 20th, 2008 by the-yellowgirl

Belakangan ini kerjaan gue bantuin ngetikin verbatim skripsinya Nining, banyak sih, ya tapi gue seneng ngetiknya dan kalo udah sekali nempel buat ngedengerin rekaman verbatimnya, gue pasti lupa makan,mandi dan gak nyahut kalo dipanggil-panggil, plus juga itung-itung habituasi lagi ama komputer, secara kerjaan cuma online mulu (gak guna gitu hehe)..
berhubung topiknya Nining tuh lupa deh gue judul lengkapnya, pokoknya ada hubungannya ama Meaning of Life apaaa.. gitu.. pada wanita bercerai. nah alhasil ya tu verbatim isinya curhatan ibu-ibu yang udah bercerai gitu.
One thing comes into my mind,
duh.. ini Vicarious Trauma gara2 ngetik verbatim, kali ya, gue jadi agak2 skeptis ama laki-laki.
Damn, secara garis besar, setelah denger rekaman itu, gue jadi merasa,
"wah.. parah nih, laki-laki emang brengsek semua..capekk deh.."
"hmm.. musti lebih hati-hati dengan laki-laki.." taelah..

apalagi ada salah satu subjeknya yang ngomong..
"kamu jangan sampe ngerasain yang aku rasain deh.. bla..bla.." ya intinya jadi korban laki-laki dan semua yang disalahin pasti laki-lakinya. udah gitu suka faking good pulak.. berasa fine aja tapi sebenernya gak juga (cie, ini hasil analisis gue aja pas ngetik-ngetik gitu)..

Surely, gue jadi takut..
Ah, kalo gini kapan gue punya cowok.. hehehe xD

demi Radit dan Joni

February 1st, 2008 by the-yellowgirl

pas hujan seharian kemarin, gue nekat keluar rumah untuk sesuatu yang menurut sebagian orang mungkin nggak penting. oke, tapi menurut gue penting.. apalagi kalo udah diniatin dari kemarin-kemarin, yakni : Nonton bioskop. maksutnya nonton film di bioskop.

nah akhirnya meluncurlah gue ke Pondok Indah Mall karena 2 hari sebelumnya udah janjian ama si Nining kita mau nonton Radit dan Jani. Oh ya, ngomong-ngomong judul blog, itu beneran gak salah tulis lhoo.. itu bener-bener : "Radit dan Joni".. hehe..

Hujan masih gedeee banget, dan jam 1an gue sampe PIM, trus kita mau nonton yang jam 2. As usual kalo di PIM tuh terutama PIM 1 bioskopnya banyak ABG2 gak sopan minta ditampar.. cuman fenomenanya yang gue temuin kemarin bukan itu.

Jadi pas kita lagi nonton Radit dan Jani, tiba-tiba di tengah film, layarnya mati! mati gelap gt, jadi filmnya macet, ga keputer. gimana sih, ngerti kan maksut gue? nya sebenernya sih bukan pertama kalinya gue ngalamin kejadian kayak gt, di PIM 1 dulu pernah juga, nah tapi yang ini, matinya sampe 30 menit!! mampus deh. damn. ga ada staff bioskop yang nyamperin studio 3 tempat gue nonton, ga ada info sama sekali, akhirnya karena bete, murka dan penasaran, gue keluar dan nyamperin mas-mas cleaning servicenya yang pas ada di depan pintu..

"Mas, gimana nih, filmnya mati, kasih tau petugasnya dong!" (gue, dengan muka bete).

"Hah, mati?"  (mas nya bingung)

"Iya, udah lama, udah setengah jam-an. " (halah, lebay, padahal saat itu masih 10 menitan deh)

trus gue masuk lagi ke dalem. untungnya penumpangnya gak apda kabur-kabur (males dong kalo ABG2 teman gue nonton itu kabur trus cuman gue doang gitu yang peduli filmnya mati..)

Sampe ada bapak2 stafnya yang pake baju sapari item itu dateng ke dalam studio dan bilang,

"Maaf, ini filmnya macet. jadi kita pinjem dari Bintaro, tapi banjir. tunggu dulu sebentar ya." (mukanya datar).

BWAHAHAHAHHAHAHA..

gue agak trauma nonton di PIM lagi. gilaaaa.. PIM gitu.. PONDOK INDAH MALL yang pernah begitu ‘happening’ dijamannya.. ahahahahah..

* jadi ceritanya sih setelah nunggu 30 menit kita nonton lagi lanjutan dari film yang sempet macet itu. mayan molor deh secaraa bis itu kan masih ada show jam 16.20, ahahaha..

* gue menarik kesimpulan, jadi mungkin rol filmnya macet, trus karena cuman punya 1, alhasil pihak bioskopnya pinjem rol film dari bioskop Bintaro Plaza, dimana saat itu ujan gede bgt, macet dimana2 dan Bintaro tuh macet banget terutama Komplek Deplu.

What a perfect day,

hujan-hujanan ke PIM (FYI, gue harus nyambung bis 2x), nonton film tapi filmnya macet, pulangnya macet juga ngelewatin banjir, semua demi Radit dan Jani, eh Joni.

Berburu Harta Karun di Kamar Sendiri

January 27th, 2008 by the-yellowgirl

Beberapa waktu lalu, gue lagi baca blognya Yasintha. Salah satu posting-an blognya menceritakan kalo dia udah lama ga nulis blog (same like me), trus pas dia lagi beres2 kamarnya, dia nemu sekotak barang-barang yang setelah ditelusuri, ternyata itu adlh sisa2 peninggalan dari jaman dia pramabim-mabim 4,5 tahun yang lalu. Gara2 temuannya itulah, dia akhirnya nulis flashback ke masa2 Pramabim-Mabim 2003 (dan pastinya ada gue juga di event tsb).

Well, what a touchy little story from her, karena biasanya dia selalu bikin gue ketawa ama cerita2nya. Khusus yang ini, tiba2 gue jadi terinspirasi untuk melakukan hal yang sama, dalam hal ini : mencari tahu apakah gue juga punya sisa2 harta karun kayak dia.

Gak selengkap Yasintha sih ternyata yang gue temuin. Tapi yang pasti, gue masih nyimpen organizer dan time planner yang gue tulis semasa periode 2003-an, which is including masa-masa Pramabim-Mabim gue. Di selipan2 kantongnya, guess what, gue masih nyimpen : kertas Johari Window’s yg acak2an, surat buat diri gue sendiri yang isinya nggak banget (dulu ceritanya ada sesi dimana kita harus nulis surat buat diri kita sendiri, trus suratnya ditaro di amplop, kita simpen sendiri untuk kita baca pas Pramabim selesai, kira2 gitu), feedback di secarik kertas dari fasil gue Maesy, angkatan 2002, yang isinya singkat tapi bikin pede bgt :

          “ Iin, kamu nggak pernah takut ngomong, nggak pernah patah semangat, dan bisa jadi motivator buat temen-temen sekelompok. Salut buat Bu Mandor!”

(yah, jadi sedih…)

Jadi inget dulu pas hari terakhir ada sesi Shelter on The Storm, dimana kita sekelompok bikin rumah dari bambu2 gitu n muncul julukan Bu Mandor (sekarang kedengerannya ga ada keren2nya hehe)

Even in almost 5 years after that moment, gue masih inget jelas kita2 di Kelompok 13th Warriors, kelompok Pramabim-dan Mabim gw. Ada Christian, Mita, Gita, Icus, Ayu, Stella, Reina, ama gue. 3 bulan bareng2, pake dresscode bareng, trus nyanyiin Yel-yel lagu Mambo number 5 (paling katro deh), sama bikin tugas Mabim bareng..

Trus gue juga inget kenangan kamar B12, ada 12 orang waktu itu, termasuk gue ama Yasintha, ada Herfi, Linda, Lindi, Ayu, Amiek, Ocha, Dedet,

Meity, Agnes, ama 2 orang senior yang gabung sekamar ama kita.

Ohya, trus gue juga nemuin secarik kertas dari panitia Pramabim Mabim 2003, yang dikasih waktu kita seangkatan bikin Penutupan Mabim (dulu namanya blum ATM), ada puisi gini :

          ” matahari terik memancar bukan berarti menghanguskan,

                   Hujan deras mengguyur bukan berarti bekukan,

             Lalu , mengapa kau simpulkan sesuatu yang masih dalam proses?

                   So.. the journey is begin,

                   Love,

                   Panitia Pramabim - Mabim 2003”

Ada yang bisa nerjemahin artinya apaan? =D

Masih banyak pdhl yg ternyata udah ilang2. surat2 Guardian Angel, Name Tag (udah luntur dan hancur kayaknya), buku tandatangan Mabim, sama notes yang isinya catetan tugas selama Mabim. dan sadly gue baru nyadar, bahwa selama 4,5 tahun, tidak pernah ada satu dokumentasi pun (baik foto, tandatangan di buku tugas Ttd Mabim (yang ilang!), dan bukti apapun) yang mengingatkan sekilas tentang seorang Gede Jiwo Wirasmoro, salah satu panitia Keamanan. HAHAHHAHA. Damn! I hope i’ll never get alzheimer then.

Yang pasti sih kalo gue gak ngintip baca blog nya Yasintha gue gak akan punya ide untuk nyari2 ’harta karun’ gitu, dan kebayangnya tu kertas akan tetap berada di selipan organizer gue tanpa gue sadar kalo gue punya dan masih nyimpen.

*inspired by : Yasintha Perdana Pattiasina’s blog

Iya banget gue setuju kangen gila with those moments. And the last but not least :

Balikin Video Pramabim, Video Makrab dan Film pendek 2003 yg lu pinjem dr gue nyed!