Sedihnya Termakan Konstruk KonTes Sendiri
Wednesday, May 31st, 2006Tersebutlah seorang mahasiswi bernama Iin, yang bersama kedua rekannya dengan antusias mencoba mambuat suatu alat tes untuk mata kuliah Konstruksi Tes-nya. Nama alat tes itu adalah alat tes ttg "Tingkat Kesedihan", (yang setelah kompre Sabtu lalu, konstruknya diralat dikit menjadi "Kesedihan"). Komplitnya adalah : "Tingkat Kesedihan yang disebabkan oleh Kegagalan Akademis"..
Dalam landasan teori alat tes itu disebutkan bahwa "..Kesedihan dapat diartikan berbeda-beda oleh setiap individu.." ,mahasiswi bernama Iin dan kedua rekannya tersebut membagi kelompok sampelnya ke dalam 2 bagian, yakni orang-orang dengan IPK < 2 / terancam Drop Out, dan orang-orang dengan IPS < 2, dengan asumsi, kedua kelompok tersebut mengalami kegagalan akademis dan intinya mengalami kesedihan.. **maunyaa**
Saat Kompre, mahasiswi bernama Iin itu mendapatkan wangsit (sial, kenapa baru pas kompre nyadarnya!) bahwa hal itu kurang tepat, setidaknya makna "..Kesedihan dapat dinilai berbeda-beda oleh tiap individu.." itu diulang kembali..
dan Benar.. (terima kasih buat Mas Japro atas pencerahannya)..
Mahasiswi bernama Iin itu mengalaminya saat ini.
Hari ini ia divonis mendapat nilai D pada matakuliah Pengantar Psikodiagnostik. Mata kuliah yang ia ikuti untuk yg kedua kalinya setelah dulu di semester 4 ia mendapat nilai D, dan kini.. D lagi.. again.. ngarti kan maksudnya ?! $%#!&*%^$
External Locus Control-nya pun bertindak dalam hati,
"Ah, banyak tuh yg gak lulus, ada 22 orang 1 seksi,( padahal semuanya ada 4 seksi, dan nilai yg baru keluar cuma nilai seksinya doang, padahal soal UTS, UAS dan materi yg diajar sama)
"Ah, kuliahnya sih, keramean gitu, mana konsen, kuliah di Arinze, hampir80 orang, kayak seminar dan gak pewe berat.."
"Ah, soal UTS dan UASnya susahhhsahsahsah.."
"Ah, mata kuliah lain menyita waktu, nih.. "
"Ah, memang sudah nasib, entah apalagi takdir Tuhan yang harus gue jalani?"
Dan mahasiswi bernama Iin itu pun tetap harus menelan keluhannya sendiri.. gondok, keki dan kesel berat. kesel karena :
itu berarti dia harus :
1. Mengulang di semester 8
2. Karena itu matakuliah prasyarat, maka Iin tidak bisa mengambil kuliah Metodik Tes & Praktikum di semester 7, melainkan harus menunggu di semester 9
3. Karena Iin mengambil peminatan Klinis, maka ia terhambat untuk mengambil mata kuliah Diagnostik Klinis-MMPI dan terpaksa menunggu hingga semester 10
4. Iin terancam mengerjakan skripsinya bersamaan dengan ketiga matakuliah berentetan itu..
5. Iin akan kuliah hingga minimal 5 tahun.
6. Iin akan terancam berat jodoh dan kebosanan yang luar biasa di kampus Unika Atma Jaya
7. penyakit paniknya akan semakin parah..
8. Terancam mengulang Pengantar Psikodiagnostik bersama Brownis Kukus-nya..
dan yang lebih tragis dan ironis adalah bahwa mahasiswi bernama Iin itu telah termakan konstruk KonTesnya sendiri,
ternyata memang benar,Mas Japro toh telah mempertegas itu di kompre..
..kesedihan (dan kegagalan) memang bisa diartikan beda2 oleh tiap orang..
Mahasiswi bernama Iin itu : ber IPK 3,XX, Sekretaris HIMAPSI 2006-2007, nekat menggebet adik kelasnya (teteep), hhh.. pokoknya bukan termasuk kategori 2 kelompok sampel KonTesnya sendiri deh..
kini : merasakan apa yang termasuk ke dalam 20 item alat tesnya.. galau, murung, dsb..
kini mahasiswi bernama Iin itu hanya bisa pasrah dan mengambil hikmahnya.. *yah mau gimana lagi..??* baginya, Hidup jalan terus, walaupun ia juga tidak tau bagaimana hidupnya ke depan..
dan ironisnya.. mahasiswi bernama Iin itu adalah pembuat blog ini sendiri..




