Archive for June, 2006

Turis Kelapa Gading

Saturday, June 17th, 2006

Akhirnya, melangkah juga kaki ini ke Kelapa Gading.

Setelah sekian lama niat untuk mengunjungi daerah ini tertunda-tunda, dengan berbagai alasan, akhirnya Sabtu kemarin, (Absen : Gue, Nining, Enno, Risti, Echa, selanjutnya disebut kami; -red), sampailah kami di Sate Tulang Eldorado dilanjutkan dengan berbanci tampil di Mall Kelapa Gading (MKG) 1-3 ama La Piazza.

Sebagai warga Selatan Jakarta, (ingat! Selatan- Jakarta lhoh! bukan Jakarta Selatan), selama ini gue mrasa tidak ada urgensi dan kepentingan mendesak yang membuat gue HARUS ke Kelapa Gading. Thanks GOD, setelah survey kecil2an, si Yasintha asal Cinere dan Lindi asal Pamulang juga belum pernah ke MKG.

Nah mumpung kuliah SP nya blum padet dan rese’, kami pun mematangkan rencana untuk berwisata kuliner mencicipi Sate Tulang El Dorado, karena si Nining mengaku pernah melihat acara Good Morning di Transtipi sedang merekomendasikan tempat makan tsb.

Berhubung kami berlima berasal dari 5 wilayah yang berbeda di Jakarta, (Gue di Ciledug, Nining di Bintaro, Risti di Bekasi, Enno di Pulo Gebang, ama Echa di Otista), maka tempat bertemu pun diputuskan di Plaza Indonesia. Setelah berkumpul (kayak piknik anak TK), dengan berkonvoi 2 mobil, meluncurlah kami ke daerah Kelapa Gading. Nggak pake nyasar doong, Thanks buat Echa yang lulusan cumlaude area Timur dan Utara Jakarta, termasuk meng-guide-kan gue ke beberapa spot di perjalanan.

Eh, Sate Eldorado nya ternyata buka, emang sih masi sepi, dan lumayan lah, rasa penasaran kami terpuaskan. Biar gak jadi lemak di tubuh, kami pun melanjutkan jalan-jalan ke MKG. Kesan gue pribadi adalah tempat ini rame (secara itu malem minggu, bo), hmmm.. crowded nya tuh beda yaa ama di PS (still my favourite) ato gak PIM 1-2. apa yaa.. kayak meriah, gitu lah.. bingung gue juga nyari kata2 utk menjelaskannya. Untungnya kami dapet tempat parkir yg sangat pewe di MKG 3 ;). Karena pengalaman pertama, gue pun tak dapat menyembunyikan rasa excited gue (aduh, norak deh). Isi obrolan dengan mereka pasti seputar, “Eh, ada counter ini.. eh, liat deh.. eh, ada apaan tuh, Eh, kesini yuk, Eh, counter ini dimana ya?” dst. Beberapa spot yang kami kunjungi adalah Zarra (which is menurut gue lebih variatif dan lebih seru dibanding cabangnya yg di PIM 2), ATM Niaga ama ATM Mandiri (heheh, gak penting ya, secara ini sih Eno ama Risti yang mampir), trus ke Coffee Bean, Rotiboy, Gading 21, La Piazza (yang menurut gue paling gak cozy dibanding 3 mall sebelumnya, that’s why gue gak sempet explore banyak di area ini), beli Baskin Robbins Chocolate Chip as usual, fotobox di M-Studio dan beberapa spot lain yang gue lupa apaan.. secara dalam waktu 3 jam-an kami berkeliling, gue menyerap terlalu banyak informasi dari Echa terutama, tentang lekuk-lekuk area perbelanjaan ini.

Alhasil walaupun tidak sempat membawa hantaran buah tangan sampai di rumah, (kecuali Echa yang bungkus Roti Boy ama Coffee Bean dan gue yang mendokumentasikan hasil fotobox kami), saat malam mulai menjelang, pulanglah kami.

Selama jalan-jalan menyusuri panjangnya area mall tsb, gue dan Echa lebih sering berjalan beriringan, dan jokes yang tercipta diantara kami adalah : Mall ini sepertinya cocok deh untuk pdkt-pdkt ato first date. Secara panjaaaanngg bo, lumayan mati gaya menyusuri MKG 1-3 ampe La Piazza, so kalo mau pdkt, dimulai dari MKG 3 masih ngobrol malu-malu, siapapun pasangan yang sampai di la Piazza, pasti udah bisa langsung jadian deh.. (hehe, ngarti gak?). karena there’s a lot of conversation u can make while u were walking through the mall.

Seuntai salam nih dari gue :

Buat Echa, “makasi tebengannya”. Buat Enno, “smoga selamat sampai di tujuan”, buat Nining, “gimana masih sakit perut gak?” Buat Risti, “cuapeekk bo..”

**Oya, rumahnya brownis kukus kan di Kelapa Gading tuh, tapi gue gagal mengamati setiap sosok di mall tsb, secara rame ya… nah bagi Anda yang merasa melihat brownis kukus di MKG pada hari Sabtu, 17 Juni 2006 antara pkl 15.30an s/d 19.00an..cerita-cerita yaa ke gue..xp**

Terbakar, Tersepona dan Terkantuk-kantuk

Friday, June 16th, 2006

Rencananya Jumat ini gue mau pulang cepet.

Kenapa? Karena banyak gejala-gejala fisik yang tubuh gue alamin beberapa hari ini. Sepertinya gue terkena narcolepsy (“..frequent enexpected periods of sleepiness during the day..”). Nggak tau, pokoknya bawaannya ngantuk mulu. Tadi kuliah tambahan NeuroPsikologi, Prof. Koenen lagi ngebahas tentang aktivitas syaraf saat kita tertidur (yah kira-kira gitu lah), ironisnya gue yang duduk paling depan pun hampir jatuh tertidur. Aduh pokoknya gue capek banget, ngantuk banget. Padahal, SP cuma Selasa s/d Kamis doang, itu juga dr jam 10 sampe 14.40, pokoknya masih bisa melewati sunset di rumah deh ya. Dah gitu, kalo di rumah, yang biasanya gue masih tahan melek ampe jam 11an (bahkan kalo KonTes, rekor gue ngerjain paper akhir tuh jam 3 pagi masih hayoo!), ini jam 8 udah ketiduran, trus kebangun, ketiduran lagi, bangun-bangun udah pagi. Sekalinya begadang waktu nonton pertandingan Italia vs Ghana (2-0), dan abis itu berjanji nggak mau lagi terpukau oleh berita seputar World Cup 2006. Gejala fisik lain, siklus menstruasi yang mulai tidak teratur dan rentang harinya semakin panjang. Artinya gue semakin repot dan semakin moody. Setelah mengeluh sana-sini, gue beranggapan (sekalian meminta pembenaran), bahwa ini adalah hasil represi dari semester 6 kemarin, terutama masa-masa ngerjain KonTes, dimana situasi dan kondisi amat kacau, siklus tidur, siklus mens, siklus finansial, dan siklus hedon. Wah, ternyata tanpa gue sadari gue telah terhabituasi oleh ritme kerja yang kacau dan rasa ngantuk dan capek yang gue tahan-tahan dalam hati pun akhirnya bangkit kembali mengisi hari-hari gue.

Lantas?

Gue batal pulang cepet karena dengan senang hati mau menemani Nining mencari kado buat nyokapnya di PIM. Sampe di Gramedia PIM, ketemu Yasintha. Bertiga kita mengitari Metro, sampai Nining akhirnya menemukan kado yang cocok. Penderitaan dimulai ketika Yasintha kelaperan (sementara gue & Nining kekenyangan). Akhirnya kita ke Wing Dome PIM 2. FYI, itulah pertama kali gue nyobain Wing Dome. Bertiga kita ngegadoin Chicken Wings dengan taraf kepedasan rasa yang beda-beda. Yang paling kacrut, pas gue nyobain punya Nining, kalo gak salah namanya Chicken Wings Alarm 5 gitu.. strata terpedas dari Wing Dome.

Gak usah dijelasin, liat aja fotonya..

Kepedesan_1  Kepedesan_2                 Secara, biji-biji cabenya menempel dengan indahnya di bagian luar chicken wings tsb. Gue seperti TERBAKAR, bibir membengkak (mulai hiperbol…), hidung melelehkan air-airnya dan gue menangis tersedu-sedu karena kepedesan. Kata Nining & Yasintha, gue kayak orang tipsy ;(

I’ve tasted one of the most spici-est food in my life..

Setelah menampakkan ekspresi nggak banget dan tertawa-tawa nggak jelas, kami pun beralih ke Cinnzeo tepat di seberang Wing Dome. Gue gak bisa ikutan nyicipin, karena gue gak suka roti beraroma kayumanis dan teh rasa mangga yang mereka pesan. Kerjaan gue, jadi juru foto HP dadakan and have a warmth conversation bersama Mas Kasmo dan Mbak Susi (Yas, Ning, elu maksudnya..xp). Cukup lama kami disana. Hingga kami menyadari bahwa ANZ Unplugged akan segera dimulai di suatu cafe tak jauh dari Cinnzeo. Bintang tamunya saat itu : Marcell.

Ber3_yas_ning

19.30 O’clock.

Yasintha memenangkan games yg diadakan oleh MC acara tsb, CUMA dengan menjawab : “Siapa Istrinya Marcell?”, dengan hadiah voucher makan 100ribu. Lumayan, walopun sirik, gue cukup menikmati suasana di salah satu sudut luar cafe tersebut (cafe apa namanya ya, lupa, gak penting lah.. pokoknya ada Marcell!). Ketemu beberapa anak PsikoAtma dan ABG-ABG Jakarta yang modis-modis dibandingkan dengan gue yang fresh from the campus dan belum mandi plus muka berminyak.

O ya, kami juga beruntung bisa liat Marcell perform dari spot yang cukup depan. Walopun kami akhirnya hanya bisa menikmati lagu pertama yang ia bawakan, yakni English version-nya Ketika Kau Menyapa live acoustic! Wahhhhhhhhhhhh.., gue Tersepona..  keren banget.

Marcel Secara, gue bukan penggemar dan penikmat musik2nya Marcell, tapi pria yang satu itu memang keren. Ternyata dia jauh lebih ganteng daripada di tipi. He’s just a lot more handsome than i’ve ever imagined!! Lumayan deh, represhing..

Kami gak ngikutin Acoustic-nya ampe abis, dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing tepat jam 8 malem (maap yak ning, gue bajak pulang!..xp). Hari ini gue batal pulang cepet, dan penyakit capek dan ngantuk gue akan bertambah parah deh..

But i’ve had a lot of fun there..

(Oya, Jumat Depan ANZ Unplugged nya GLENN FREDLY lhooohh… silahkeun yg mau nonton..)

Additional Message :

Ngomong-ngomong Tersepona, dan ngomong-ngomong KonTes, sekalian gue mau published di blog gue, kalo KonTes gue dapet nilai A-. Lulus dengan selamat. dan pengalaman pahitmanis di dalamnya nggak akan pernah hilang dari ingatan walaupun gue pikun nanti. Mengingat isi blog gue beberapa banyak membahas tentang KonTes, maka kurang afdol rasanya tanpa mengumumkan klimaksnya.. hehehehe.

Sekalian mau ngucapin Terima Kasih, kepada Allah SWT, My Fam (Pa, Ma, Ca..), Anggota Sadness yang lain : Nining dan Enno. (we did it!)

Mas Japro, Mbak Agatha, asdos2 : Anggi, Sisie, Ochen. (I’m speechless..)

Special thanks buat Raymond, Achonk, Savi, Angel. Buat teman-teman KonTiers yang lainà 38 amazing people… (wahh one small happy family of generation 2003 i’ve ever felt since Pramabim-Mabim 2003.). Subjek-subjek pilot tes, Subjek-subjek tryout 1 & 2, subjek-subjek item fixed, subjek-subjek contrasted group, very bery trimskijoli.. ;)

Buat semangat hidup gue, recently : si Brownis Kukus (yang juga subjek setia alat tes-nya Tim Sadness.. hehehe bissaaa bangeeett)

Dan semua pihak yang tak dapat gue sebutkan namanya satu persatu namun ikut memberikan partisipasinya buat KonTes-nya Tim Sadness..

Satu beban hidup pun berkurang..

Si Yeyen & Broken Hearts Club ;/

Tuesday, June 6th, 2006

Pernah mengalami kejadian ‘misspelling’? dimana ada orang lain yang salah mengeja, menuliskan, atau menyebut nama kita didepan kita dan didepan umum?

Pasti pernah doong.. begitu pun gue, entah udah berapa kali, biasanya sih salah nulis, kurang hurup, kelebihan hurup, ama salah tipis, aturan Iin, jadi Iim, ato Irin. Untungnya di ijazah gak pernah salah..

Hari ini (06-06-06, Hari Setan, Setan!! Teruslah membaca, maka Anda akan tau kenapa gue memaki-maki seperti ini), gue mengalami ketiga hal tersebut diatas, yakni di-salah sebutkan namanya, di-salah tuliskan namanya, dan di-salah panggilkan namanya!!! Dan orang yang patut disalahkan dalam hal ini adalah Mbak-Mbak kasir Buger Blenger di Jl.Lamandau IV no 16-18 Kebayoran baru, Jak-Sel.

Kronologisnya begini,

Gue ber-6 (Absen : Iin, Nining, Risti, Adit, Enno, Riky, selanjutnya disebut Kami;-red) bermaksud mengadakan wisata kuliner ke sebuah warung gaul (ato stand yg katanya lagi hip, deh), di daerah Kebayoran Baru, namanya Burger Blenger. Sampainya disana, antrian penuh, kursi & meja makannya pun penuh, Setan! Pas sampe di meja kasir pun, kami disuruh menunggu sekitar 2-jam ke depan untuk mendapatkan burger dan hotdog pesanan kita. Emang jiwanya ngeceng semua, kami iya-iya aja. Yang mengantri di depan kasir itu adalah gue, Nining dan Adit, dan pas  Mbak Kasir nya mau ngasih struk ke kami, dia menanyakan:

“Atas nama siapa ya?” (maksutnya itu struk dikasih sbg tanda bukti, ntr nama kami akan dipanggil kalo burgernya dah mateng)

Nining sebagai orang yg paling depan spontan menjawab, “ Iin.”

(yup, Nining menyebut nama gue ke mbak itu, dgn harapan nama gue paling simpel dan probabilitas utk salah sebut nama lebih kecil).

Tidak ada reaksi apa2 dari mbak itu, ia menuliskan sesuatu di struk yang akhirnya setelah kami terima dan berlalu dari kasir, kami membaca tulisan yg tertera di struk itu :

“ NO 46 : YEYEN”. (tak ada reaksi apa-apa dari kami karena kami berpikir : ooh, nama mbak kasirnya, Yeyen, dan nomor urut pesanan kami adalah : 46. Relaks!)

2 jam kemudian, eh, gak ding, kira-kira 1,5 jam-an, setelah kami sempet ngemil-ngemil di salah satu spot di kedai tersebut, kami kembali ke Kedai Burger Blenger. Duduk di salah satu kursi dan meja (yang akhirnya nemu juga yg kosong), kami bercengkrama sambil menyimak, “ooh, masih nomer 42, lumayan lah, bentar lagi..”

Pas sampe di nomer 46, tiba-tiba terdengar suara lantang dr mbak-mbak kasir (orang yang sama), “No 46 : Yeyen.. Yeyen..”

Kami sontak mengalihkan pandangan, bukan ke mbak-mbak burger di kasir itu, tapi ke segala arah, ke pemirsa Burger Blenger yang lain (yang kebetulan lagi rame), ke masing-masing wajah kami sekalian yg pada bingung mendadak, karena kira-kira muncul satu pemikiran :

“ hah? No 46? Itu bukannya nomer pesenan kami ya? Tapi kok namanya YEYEN ??”

Kami pun hanya diam, karena merasa tidak ada yang bernama Yeyen diantara  kami ber enam. Tau-tau Mbaknya mengulang lagi, : “No 46 : Atas nama Mbak Yeyen”. Kali ini matanya menuju kearah kami duduk. SADAR LAH KAMI BAHWA YANG DIMAKSUD YEYEN ITU ADALAH IIN. Yakk! Dia salah total nyebut nama gue! Kami pun tertawa-tawa-tawa-tawa-tawa.. gue yg awalnya gondok juga ikut-ikut ketawa-tawa-tawa-tawa-tawa-tawa.. ketawa berat ampe megangin perut gue, dan bilang, “Nyeeeet, nama gue Iin daaahhh.. kok jadi Yeyen?”, mas-mas di kursi sebelah gue ikut2 senyum Monalisa alias mesem-mesem geli..

Enno pun menjemput pesanan kami ke meja kasir, dan ternyata : Itu bener2 pesanan kami, jadi si mbak-mbak-nya bener-bener totally salah besar manggil nama gue!! Dan sepanjang hari ini, gue gak berhenti-berhenti ketawa..

Di mobil nining pas pulang, kami ber tiga (Adit, gue, Nining), ketawa dan membahas betapa Bolotnya Mbak kasir itu.. BOLOT BERAT.. karena nyasarnya jauuuuh bgt.. IIN dan YEYEN!!! Udah ke-blenger ama burger tuh gue rasa. Di angkot, di ojek, di rumah, setelah gue ceritain ke nyokap n adik gue, gue tambah gila dgn porsi ketawa yg tidak tertahankan lagi..

Di antara cerita setan (yapp, Setan! Ngomongnya sambil memaki gitu dehh) yang pertama, ada cerita setan yang kedua.. (Yapp, masih sambil memaki2, kali ini tolong , “Speak LOUDER..LOUDER please..”).

Sebelumnya, nama tokoh, nama tempat dan beberapa setting waktu akan agak gue samarkan, karena gue gak mau orang-orang jadi menebak “ay..ay siapa diaa..”. ato malah merasa GR, Dilarang GR membaca cerita ini..

Beberapa bulan ini, gue dkk (Absen : Iin, Nining, Tika, Risti, Sisca, Ratri, Rani, Octa (minus Sinat), Enno (minus Riky) sisanya yg gak disebut, tambahin aja) sering bersama membahas tugas KonTes, dan termasuk membahas sesosok pria, sebut saja namanya “Buyung”. Buyung di mata kami adalah sosok yang perfect, dia teman , rekan, kolega, alahh sebut lah orang yang kami kenal dengan taraf kenal yg beda-beda, ada yang kenal bgt tapi malu-malu, ada yg kenal bgt dan malu-malu-in, sampe yang cuma kenal tapi gak berani malu, lahh,, bingung dah.. ya pokoknya gitu deh ya..

Kami mengenalnya di sebuah tempat yang laknat, dari sebuah rentang waktu yang cukup panjang. Uniknya, semakin lama, si Buyung ini dimata kami semakin ‘menarik’. Ibarat Mc Donalds, Buyung adalah Paket Big Mac + bonus mainan, (Nampol bgt dah pokoknya). Ganteng, Pinter, Tajir, Baik hati (secara, hari gini.. dan yg sering kami jumpai biasanya kan Cuma ganteng tp bego, Pinter tapi kacrut, Ganteng tapi Kere’, ganteng tapi Sombong, dst..) Si Buyung justru : Semuanya.. yang tadi disebut diatas.

Karena ada perbedaan taraf dalam mengenal Buyung itulah, makanya kami sering bergosip tentang Buyung. Mulai dari hubungan dia dengan pacarnya (sekarang mantannya), Kualitas ke-single-annya yang bagi kami It’s Complicated, huhuhu, hingga yang terbaru adalah tentang Si Upik yang sedang dekat dengannya.Yap. Seorang wanita, sebut saja namanya “Upik”. Kami mengenal Upik juga dalam taraf yang berbeda-beda, tapi gak ada diantara kami yang Kenal Banget ama Upik. Alasannya, macem-macem lah, gak usah disebutin disini karena banyakan yang keluar nantinya adalah alasan yg sangat subjektip dan negatip. Ketika si Upik mulai menyaingi kita dalam merebut perhatian si Buyung, kami mulai gelisah. Semakin hebohlah gosip-gosip dari mulut kami, sampai akhirnya si Buyung dan si Upik bikin jamu dengan judul “JamuBuyungUpik”, (alias menyatu dalam sebuah perjanjian merger yg terselubung). Kami pun murka (yah. Gak segitunya sih) lebih tepatnya kecewa yang mendalam lah, terutama kepada Buyung. Kami pun secara soft opening, membuat Broken Hearts Club, a.k.a Klub Patah Hati.

Patahati NGGAK!! Kalo patah hati, hatinya patah jadi dua. TIDAK! Lebih tepatnya hati kami hancur berkeping-keping remuk redam giling cincang!! Kami tidak setuju dengan peredaran JamuBuyungUpik itu! Alasannya?? Yah, pokoknya jamu itu harusnya diganti dgn nama, “jamu BuyungNining, Jamu BuyungIin, dst.. nama Buyung dan nama masing2 dr kami! Bukan UPIK!!) Alhasil, semakin kotorlah kata-kata pergosipan kami. Buat Buyung, ahh, kenapa harus Upik sihh.. buyung??.. Buat Upik, “Piss yo, but at this moment, we dont think you’re the perfect person buat produksi jamu tersebut, huhuhu..

Dan, pada akhirnya… Broken Hearts Club pun tidak dapat berbuat apa-apa.. hanya tetap bergosip, ber-keki, ber-gondok dan bertanya2 dalam hati, “serumit itukah Cinta?”